Download Lagu Bima Mbojo MP3,Download Foto Budaya Mbojo Bima, Download Mp3 Indonesia Barat
13 Desember 2008
3 Hacker yang Paling Beken di Dunia
Dunia hacker sudah dikenal sejak adanya komputer, dan mereka mulai lebih meraja-lela sejak adanya internet. Nah kalau kamu penasaran siapa saja Hacker yang paling beken di dunia, artikel ini akan bisa menjawabnya.
1. Kevin Mitnick (lahir 6 Agustus 1963)
Kevin dikenal karena aksi hackernya yang cukup menghebohkan Amerika, dan merupakan "the most wanted computer criminal in United States history". Kisah hidupnya sempat di-filmkan sebanyak 2 kali di Hollywood, dengan judul 'Takedown' dan 'Freedom Downtime'.
Kevin memulai aksi hackernya pertama kali terhadap sistem transportasi di Los Angeles. Setelah berhasil menjebol sistem 'punchcard' (pembacaan kartu langganan bus), dia bisa memakai bus kemana saja secara gratis. Aksi berikutnya Kevin adalah menjebol sistem telepon, dimana dia bisa menggunakan layanan telepon jarak jauh dengan gratis.
Setelah mengenal komputer, Kevin sempat melakukan hacking pada:
- DEC (Digital Equipment Corporation) system
- IBM Mini Komputer di 'Computer Learning Center Los Angeles'
- Hacking sistem Motorola, NEC, Nokia, Sun Microsystems dan Fujitsu Siemens
- Mengelabui FBI
Kevin akhirnya bisa tertangkap dan menjalani hukuman penjara 5 tahun. Dirinya baru dibebaskan pada tahun 2000. Setelah bebas, dia tidak diperbolehkan memakai perangkat telekomunikasi dan telepon hingga tahun 2003. Setelah Kevin menggugat haknya di pengadilan, akhirnya dirinya diperbolehkan menggunakan alat komunikasi dan komputer. Saat ini Kevin bekerja sebagai seorang konsultan sekuriti komputer.
2. Adrian Lamo (lahir 1981)
Adrian adalah seorang jurnalis dan seorang hacker berpredikat 'abu-abu' (bisa baik, bisa jahat), terutama dikenal dalam hacking serangkaian jaringan komputer yang mempunyai tinggi keamanan tinggi.
Dirinya mulai dikenal orang setelah berhasil menjebol sistem komputer 'The New York Times' pada tahun 2002 dan 'Microsoft'. Dia juga dikenal dapat mengidentifikasi kekurangan dalam keamanan jaringan komputer dari perusahaan yang termasuk dalam daftar 'Fortune 500 companies' dan kemudian memberitahu mereka kelemahan dan celah yang dia ditemukan.
Kasus ini sempat diteliti oleh FBI selama 15 bulan, setelah New York Times melaporkan adanya sistem mereka yang dijebol. Akhirnya diketahui pada tahun 2003 bahwa penyebabnya adalah Adrian. Adrian sempat bersembunyi beberapa hari, dan akhirnya menyerahkan diri ke FBI pada tahun 2004.
Adrian akhirnya harus menjalani hukuman 'tahanan rumah' oleh orang tuanya, dan 2 tahun masa percobaan dengan denda sekitar $65,000. Adrian juga diyakini berusaha menjebol sistem komputer Yahoo!, Sun Microsystem, Bank of America, dan CitiGroup, dengan memanfaatkan celah keamanan yang ada.
3. Jonathan James (lahir 12 Desember 1983)
James adalah orang Amerika Serikat termuda yang dijatuhi hukuman atas kejahatan dunia cyber. Saat baru umur 16 tahun dia dikirim ke penjara karena menjebol situs departemen pertahanan Amerika.
Dirinya mengakui melakukan hacking adalah sebuah tantangan dan merupakan salah satu kesenangan tersendiri. NASA juga kena getah buah dari keisengannya, James berhasil mencuri (download) software NASA yang diperkirakan bernilai $1.7 juta dollar AS pada tahun 1999. NASA harus dipaksa untuk mematikan server dan sistemnya akibat dari perbuatan si James selama tiga minggu. Dan setelah itu NASA harus mengelaurkan biaya sekiatar $41,000 untuk membetulkan sistemnya yang dijebol.
6 bulan setelah James menjebol NASA, dia diciduk di rumahnya oleh polisi setempat pada jam 6 pagi. Dia menjalani hukuman penjara 6 bulan karena masih di bawah umur, dan hukuman percobaan 'tahanan rumah' hingga umurnya mencapai 21 tahun. James tidak diperbolehkan untuk berinterkasi dengan komputer selama itu.
James meninggal dunia pada tanggal 18 Mei 2008, tidak ada informasi apa yang menyebabkan kematiannya.
Penulis: Erwin
Sumber: Wikipedia - Wahyoe.Wordpress - Connel24.Blogspot
Google Translate Inggris - Indonesia Resmi Diluncurkan
Layanan Google terjemahan bahasa Indonesia sejatinya sudah dapat digunakan sejak beberapa waktu lalu. Namun, Google baru secara resmi mengumumkan peluncuran layanan ini dengan meluncurkan situsnya yang beralamat http://translate.google.co.id.
Layanan penerjemahan berbasis online Google pun kini kian memperbanyak cakupan bahasa yang 'dikuasainya'. Totalnya menjadi 34 bahasa, antara lain Arab, Indonesia, Bulgaria, Catalan, Cina, Kroasia, Ceko, Denmark, Belanda, Inggris, Filipina, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Yahudi hingga Hindi.
Dengan layanan gratis ini, user dapat menerjemahkan potongan kata, kalimat atau halaman web tertentu dari dan ke bahasa Indonesia. Mereka juga dapat menggunakan kata-kata kunci dalam bahasa Indonesia untuk mencari halaman web yang diterbitkan dalam 34 bahasa dan hasilnya diterjemahkan secara otomatis ke dalam bahasa Indonesia.
Selain itu, Google juga menyediakan sebuah alat (gadget) yang dapat digunakan oleh pemilik situs berbahasa Indonesia untuk menerjemahkan secara instan halaman web mereka ke 34 bahasa lainnya.
Gadget untuk menerjemahkan situs web ini dapat digunakan dengan gratis dan dapat dilekatkan (di-embed) ke dalam situs Anda secara mudah. Kunjungi 'Peralatan' pada Google Terjemahan, lalu pilih bahasa Indonesia untuk bahasa halaman web Anda, dan kemudian cut dan paste kode HTML yang dihasilkan secara otomatis untuk dimasukkan ke situs Anda.
"Di Google kami percaya bahwa internet bisa meningkatkan akses ke semua sumber informasi dunia tanpa memandang bahasa," ujar Google Southeast Asia Marketing Manager, Derek Callow, dalam keterangan tertulis.
Google Terjemahan, lanjut Callow, juga memungkinkan user untuk menyumbang dalam upaya membantu meningkatkan hasil terjemahan dari dan ke bahasa Indonesia. "Apabila pengguna internet mendapati sebuah terjemahan yang tidak akurat, fitur ini memungkinkan mereka untuk menyarankan terjemahan yang lebih baik dibandingkan dengan mesin penerjemahan," imbuhnya.
Kopi Paste
Cara penggunaan layanan ini pun sederhana. Misalnya, jika Anda ingin mencari mitra bisnis di Timur Tengah, tetapi tidak bisa membaca bahasa Arab. Anda tinggal kopi dan paste teks Arab tersebut ke dalam kotak berlabel 'Teks asli' lalu pilih Bahasa Indonesia untuk menerjemahkannya.
Google juga bisa secara otomatis mendeteksi bahasa teks yang Anda sisipkan ke dalam kotak 'Teks asli'. Cukup pilih 'Deteksi Bahasa' pada sisi kiri menu drop down.
Untuk menerjemahkan seluruh isi sebuah halaman web, seperti misalnya situs berbahasa Jepang tentang animasi terbaru dari negeri sakura itu, masukkan saja URL alamat web tersebut ke dalam kotak 'Terjemahkan laman web' dan pilih Bahasa Indonesia sebagai tujuan bahasa yang Anda ingin terjemahkan.
Dalam beberapa detik, Google mampu menganalisa isi dari halaman web itu dan menghasilkan konten ke dalam bahasa Indonesia atau salah satu dari 34 bahasa yang dapat anda pilih.
Pun demikian, karena yang bekerja selaku penterjemah di sini adalah mesin, maka jangan heran jika hasil terjemahan dalam bentuk kalimat ada beberapa kata yang terdengar aneh ketika dipadu padankan pada isi kalimat secara keseluruhan. (detik)
Labels:
Software
Langganan:
Postingan (Atom)